Wednesday, November 30, 2011

Langkah menuju tuhan

aku terperangkap dalam ruang hampa ini...
gelap, sunyi, sepi...

inginku berlari...
jauh jauh dan jauh...
tapi hanya lelah menjamah...

aku bosan bercumbu dengan keindahan ini...
terlanjurku terjatuh di kubangan kotor, jijik, keji...

astarghfirullah...
apa tujuanku di dunia ini???

aku ke barat, kutemu jalan lurus..
lantas keindahan menyapaku...
tapi...
kenapa langkahku ke timur??
aku tergoda dengan kenikmatan palsu...

tuhan..
di mana-MU ya Allah..
aku rindu berbincang dengan-MU
aku rindu berkeluh kesah dengan-MU
hingga kini Kau tak jemu memberikan kasihMU...
tapi aku menduakanMU ya Allah...

astarghfirullah...
ampuni aku ya Allah..
hambaMU yg hina ini..




dinukilkan oleh sahabatku Azwan di Casa Impian Petronas, Rantau Laut, Kerteh pada 26/11/11.

Tuesday, November 29, 2011

Ada salah?

Salahkah kita untuk tidak sama?

Salahkah kita untuk membangkang kata?

Salahkah kita untuk mencari, memahami dan memberi perspektif berbeza?

Salahkah kita?


Tidak salah bukan kalau kita melayang ke dunia maya buat seketika?

Tidak salah bukan untuk menilai yang tidak nyata sebagai pencorak yang nyata?

Tidak salah bukan untuk mendirikan ayat penyata hasil layangan pemikiran sementara kita?

Atau ada salahnya?


Dunia tidak statik bukan?

Bagaimana dengan bulan? haiwan? dan segala yang dicipta tuhan?

Semuanya ada kehidupan dan alami perubahan[1],

fikir-fikirkan kalau-kalau ada kelainan jawapan.


Insan,

ada akal fikiran,

gunakan! jangan dipagarkan!

inilah nikmat dan rahmat tuhan,

semboyan perubahan sedang bertiupan! (jauhkan simpulan penghalang pergerakan).


Tuesday, November 22, 2011

Catitan Untukku

Dua tahun berlalu,

saat mulanya cerita baru;

bunga impian mula membuku,

dalam rak otak susunan beribu.

Ke hulu dan hilir mencari cinta ruang yang baru,

bercanda setia dengan sahabat-sahabatku,

gempita sorak sorai kelabu mata menggerutu,

dilagu hati dengan nyanyian masa depan yang merdu.

Sunday, November 20, 2011

Jalan Harapan

Harapan pelakar tinta rasa,

datang perginya bagaikan daunan dalam jernihan sungai,

tersangkut dan berlalu pada celahan batu,

jika tiada jalan untuk harapan.